Ciri – Ciri Interior Rumah Retro yang Bisa Dikenali

Berikut kita bahas tentang bagaimana ciri – ciri interior sebua rumah yang mengangjkat konsep Retro yang dapat dengan mudah bisa kita kenali

Setiap orang tentu memiliki keinginan atas rumah masa depannya masing – masing. Ada orang yang suka dengan desain interior rumah modern dan ada juga yang lebih tertarik membangun rumah dengan ciri khas interior rumah retro.

Ciri – Ciri Interior Rumah Retro yang Bisa Dikenali

Rumah retro sendiri merupakan konsep rumah zaman dulu yang diaplikasikan dengan beberapa sentuhan unik dan khas. Beberapa rumah retro ada yang dikonsep retro dan ada yang memadukan antara konsep retro dengan konsep rumah modern.

Namun apapun ide interior rumah retro yang Anda inginkan, rumah retro memiliki ciri – ciri yang membedakan dengan interior yang lain. Mengenai seperti apa ciri – ciri interior rumah retro berikut informasi lengkapnya yang Anda harus tahu!

Ciri – Ciri Interior Rumah Retro

Menerapkan konsep rumah dengan material sintetis

Demi mewujudkan desain bernuansa retro, salah satu cara mengaplikasikan penggunaan material sintetis yang bisa diterapkan adalah memanfaatkan material seperti bahan vynil, fiber, plastik, karet dan berbagai elemen logam.

Menerapkan konsep rumah dengan material sintetis

Bahan – bahan tersebut kemudian dikombinasikan bersama material kayu olahan. Material tersebut secara umum memang diaplikasikan pada perabotan dan aneka furniture sehingga dalam menata desain retro, Anda bisa menggunakan furniture dengan elemen tersebut.

Jangan pernah Anda merasa takut mengeksplorasi rumah retro Anda dengan penggunaan aneka ragam material sintetis sebagai bagian dari finishingnya. Bahkan material sintetis juga dapat dijadikan sebagai finishing elemen di area plafon dan juga dinding.

Penggunaan warna – warna terang dan berani

Ada banyak ide desain retro yang bisa diterapkan. Salah satu gaya desain retro yang bisa diterapkan adalah gaya desain art deco yang masih dalam kaidah unsur retro. Sejak gaya desain art deco ini banyak dikenal, eksplorasi penggunaan warna – warna cerah dan mencolok terlihat dari penggunaan warna mint yang lebih menonjol dibandingkan dengan warna – warna yang bernada earthy tone.

Penggunaan warna pada desain interior rumah retro menuju ke era modern semakin mencolok dan jauh lebih berani. Penggunaan warna seperti halnya kuning, ungu, merah dan kemudian dikombinasikan dengan warna – warna earthy tone menjadi palet warna dasar dari desain retro modern yang berkembang.

Sejumlah motif diterapkan pada sejumlah benda

Ketika melihat hunian yang menerapkan desain retro, Anda akan sadar satu hal yang dirasa cukup mencolok yaitu penerapan motif pada sejumlah benda. Ya, retro identik dengan motif.

Sejumlah motif diterapkan pada sejumlah benda

Jika pada furniture seperti sofa atau pada material seperti gorden diterapkan unsur motif ini maka kesan retronya akan lebih mencolok. Motif – motif yang biasanya digunakan seperti motif dedaunan, motif floral, burung, sampai motif abstrak yang dimanfaatkan.

Identik dengan pola repetitif atau bentuk geometris

Desain bernuansa retro didominasi oleh gubahan bentuk dasar yang bersifat geometris seperti halnya segitiga, kotak, lingkaran dan berbagai bentuk geometris yang lainnya. Bentuk – bentuk tersebut juga dijadikan sebagai suatu pola.

Dalam desain bernuansa retro, secara umum irama yang digunakan teratur. Elemen garis juga bisa diaplikasikan. Jika Anda ingin mengaplikasikan desain atau elemen garis, Anda bisa menggunakan garis tegak lurus yang khas dengan pola titik yang menjadi salah satu pola yang sering muncul dalam nuansa desain retro.

Permainan tekstur yang dihadirkan

Tidak hanya kaya akan pola, desain interior rumah retro juga diwarnai dengan hadirnya tekstur yang melengkapi. Tekstur dalam desain interior bernuansa retro tersebut bisa didapatkan mulai dari penggunaan karpet dengan tekstur, wallpaper dan wall covering sampai penggunaan material seperti fiber atau kulit sintetis yang bertekstur.

Permainan tekstur yang dihadirkan

Sehingga jika Anda ingin lebih berkreasi dengan unsur desain retro, jangan Anda takut untuk melakukan eksperimen dengan berbagai pilihan tekstur. Anda bisa memilih kreasinya sesuai dengan kreativitas Anda.

Lampu dengan hiasan yang khas

Pada unsur interior retro, penerangan juga menjadi salah satu aspek penting yang perlu dijadikan sebagai bahan pertimbangan. Biasanya penerangan yang digunakan berwarna kuning temaram dan menjadikan ruangan lebih terasa hangat.

Pada desain retro, penerangan didapatkan dari sejumlah lampu yang bernuansa vintage. Lampu meja dengan kap berukuran sedang dan kain berenda yang warnanya netral bisa menjadi inspirasi pilihan lampu pada desain interior rumah retro.

Kemudian selanjutnya lampu bohlam dengan ukuran sedang sampai besar baik yang polos atau yang dilengkapi dengan penutup juga bisa menjadi pelengkap pada interior rumah dengan gaya retro. Kesan yang tentunya sangat mengesankan dan menjadikan unsur retro dalam interior Anda semakin hidup.

Pastikan semua elemen bernuansa retro pas ketika diterapkan. Walau motifnya banyak, jangan sampai kesannya berlebihan. Itulah informasi yang kami bisa berikan untuk Anda dan semoga berbagai ciri – ciri interior rumah retro diatas dapat menambah informasi, wawasan dan pengetahuan Anda. Khususnya Anda yang sedang ingin merenovasi atau membangun rumah dengan nuansa retro, informasi diatas pasti sangat bermanfaat untuk Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *